Sabtu, 06 April 2013

Resensi Novel Sang Pemimpi


Buat yg punya tugas resensi novel, nihh qyu kasih contohnya resensi ini adalah resensi novel SANG PEMIMPI
RESENSI NOVEL INDONESIA
“SANG PEMIMPI”

 
1. Identitas Buku
Judul : Sang Pemimpi
Penulis : Andrea Hirata
Penerbit : PT Bentang Pustaka
Halaman : x + 292 Halaman
Cetakan : ke-14, januari 2008
ISBN: 979-3062-92-4
2. Sinopsis
Novel Sang Pemimpi menceritakan tentang sebuah kehidupan tiga orang anak Melayu Belitong yaitu Ikal, Arai, dan Jimbron yang penuh dengantantangan, pengorbanan dan lika-liku kehidupan yang memesona sehingga kita akan percaya akan adanya tenaga cinta, percaya pada kekuatan mimpi
dan kekuasaan Allah. Ikal, Arai, dan Jimbron berjuang demi menuntut ilmu di SMA Negeri Bukan Main yang jauh dari kampungnya. Mereka tinggal disalah satu los di pasar kumuh Magai Pulau Belitong bekerja sebagai kuli ngambat untuk tetap hidup sambil belajar. Ada Pak Balia yang baik dan bijaksana, beliau seorang Kepala Sekolah sekaligus mengajar kesusastraan di SMA Negeri Bukan Main, dalam novel
ini juga ada Pak Mustar yang sangat antagonis dan ditakuti siswa, beliau berubah menjadi galak karena anak lelaki kesayangannya tidak diterima di SMA yang dirintisnya ini. Sebab NEM anaknya ini kurang 0,25 dari batas minimal. Bayangkan 0,25 syaratnya 42, NEM anaknya hanya 41,75.
Ikal, Arai, dan Jimbron pernah dihukum oleh Pak Mustar karena telah menonton film di bioskop dan peraturan ini larangan bagi siswa SMA Negeri Bukan Main. Pada apel Senin pagi mereka barisnya dipisahkan, dan mendapat hukuman berakting di lapangan sekolah serta membersihkan
WC. Ikal dan Arai bertalian darah. Nenek Arai adalah adik kandung kakek Ikal dari pihak ibu,ketika kelas 1 SD ibu Arai wafat dan ayahmya juga wafat ketika Arai kelas 3 sehingga di kampung Melayu disebut Simpai Keramat. Sedangkan Jimbron bicaranya gagap karena dulu bersama ayahnya
3. Isi
1) Unsur Intrinsik
·         Tema
Tema yang tersirat dalam novel Sang Pemimpi ini tak lain adalah “persahabatan dan perjuangan dalam mengarungi kehidupan serta kepercayaan terhadap kekuatan sebuah mimpi atau pengharapan”. Hal itu dapat dibuktikan dari penceritaan per kalimatnya dimana penulis berusaha menggambarkan
begitu besarnya kekuatan mimpi sehingga dapat membawa seseorang menerjang kerasnya kehidupan dan batas kemustahilan.
·         Latar
Latar tempat
Dalam novel ini disebutkan latarmya yaitu di Pulau Magai Balitong, los pasar dan dermaga pelabuhan, di gedung bioskop, di sekolah SMA Negeri Bukan Main, terminal Bogor, dan Pulau Kalimantan.
Latar waktu
Waktu yang digunakan pagi, siang, sore, dan malam. Dalam novel ini diceritakan terjadi pada tahun 1988
Latar suasana
Suasana yang muncul dalam novel ini beragam. Mulai dari suasana yang menegangkan ketika mereka bertiga dikejar-kejar oleh Pak Mustar karena menghinanya saat pidato apel pagi. Selain itu ada suasana yang menggembirakan dan mengharukan ketika Ikal dan Arai memperoleh beasiswa yang diterima di Universitas di Prancis saat pengumuman kelulusan.
·         Penokohan dan Perwatakan
1. IKAL : Seorang pelajar SMA yang selalu ingin tahu, pintar, berambut ikal, sedikit nakal, dan kadang-kadang bersikap pesimis.
2. ARAI : Seorang pelajar SMA teman sekelas ikal, tapi ia sudah tak mempunyai kedua orang tua sejak kelas 3 SD, ibunya meninggal bersama adiknya saat dilahirkan, kemudian disusul ayahnya. Setelah itu dia dipungut oleh keluarga ikal yang masih saudara jauhnya. Arai adalah tokoh sentral dari cerita ini, dia adalah seorang pemimpi, cerdas, tak mudah menyerah dengan keadaan, dan selalu bersikap optimis, semua akan dilakukannya demi mendapatkan apa yang dia impikan. ‘‘Bermimpilah karena Tuhan akan memeluk mimipi-mimpi itu’’, begitulah prinsipnya.
3. JIMBRON : Adalah teman arai dan ikal, kakinya panjang sebelah, dan kalau berbicara gagap. dia adalah yang paling menyedihkan diantara kedua temannya dan juga penakut. Selain itu dia juga suka menolong kedua temannya. dan dia memiliki obsesi yang begitu besar untuk memiliki kuda, itu di sebabkan oleh pengalaman masa lalu saat ayahnya sakit dan tak tertolong karena terlambat di bawa ke puskesmas, dia berfikir kalau saja waktu itu mempunyai kuda, ayahnya pasti dapat tertolong. padahal didesanya belum ada orang yang memelihara kuda, akibatnya ia sering diejek oleh kedua temannya. Tapi dia selalu sabar dan ingin membuktikan kepada kedua temannya bahwa ia bisa memiliki kuda, atau paling tidak bisa memelihara kuda milik orang lain.

Tokoh Pembantu.
1. PAK JULIAN ICHSAN BALIA : Adalah kepala sekolah SMA Negri Bukan Main, sosok yang kharismatik, mengajar bahasa dan sastraIndonesia. Dia seorang kepala sekolah yang tak kenal kompromi, walau dibujuk wali murid akan diberi apa-apa demi anak-anaknya yang nilai NEM-nya kurang dari 42 agar bisa diterima di SMA yang ia pimpin, ia tetap tegas menolak, walaupun dia anak wakil kepala sekolah itu sendiri. Ia sosok pimpinan yang langka yang masih memegang teguh idealisme.
2. PAK MUSTAR M. DJAIDIN : Adalah wakil kepala sekolah di SMA Negri Bukan Main, dia seorang guru biologi yang menakutkan bagi murid-muridnya, menegakkan disiplin dengan cara kekerasan, dia frustasi berat karena anaknya sendiri tidak masuk sekolah yang telah lama dirintisnya, gara-gara nilai anaknya kurang 0,25 padahal syarat masuk sekolah itu jumlah NEMnya harus minimal 42, sedangkan nilai NEM anaknya hanya 41,75. Namun di balik tampilannya tersebut ia adalah sosok pendidik yang baik dan patut di contoh.
3. NYONYA LAM NYET PHO : Nyonya pho bertubuh tinggi besar. Rambutnya tebal, disemir hitam pekat dan kaku seperti sikat. Alisnya seperti kucing tandang. Bahunya tegap, dadanya tinggi, dan raut mukanya seperti orang terkejut dan juga ia bertato, bergambar naga menjalar dari punggung sampai kebawah telinga, serta bengis, tega, sok kuasa, dan tak mau kalah. Nyonya pho adalah keturunan prajurit HUPO, ketua preman pasar dan juga memiliki gudang ikan dan pengusaha 16 perahu motor, dan mempunyai ratusan anak buah pria bersarung yang hidup diperahu. Dia adalah seorang yang memungkinkan berbagai hal sebagai objek untuk bisnisnya, dia juga orang melayu pertama yang membuka peternakan kuda.
4. ZAKIAH NURMALA : Adalah seorang gadis yang cerdas, berwajah cantik dan mempesona. Oleh karena itu dia dijuluki kembang SMA oleh teman-temannya. Banyak cowok-cowok yang naksir padanya. Terutama Arai.
5. LAKSMI : Adalah gadis yang ditinggal mati oleh seluruh keluarganya dalam kecelakaan perahu yang terjadi beberapa tahun lalu dan hanya dia yang selamat. Setelah kejadian na`as itu ia menjadi seorang gadis pemurung dan jarang sekali tersenyum. Dia dipungut oleh seorang tionghoa tongsan pemilik pabrik cincau dan ia bekerja disitu. Walaupun begitu Jimbron tetap menyukainya dan selalu berusaha membuatnya tersenyum kembali.
6. BANG ZAITUN : Adalah pria flamboyan yang kondang dalam dunia persilatan cinta. Orangnya humoris dan senang bicara, persis penyiar radio. Dandanannya nyentrik tipikal orang musik. Ikat pinggangnya dari besi berbentuk gitar, motif bajunya tuts-tuts piano, celananya cutbrai, jari-jarinya bertaburan cincin batu akik besar-besar. Kedua gigi taringnya diganti dengan gigi emas putih. Jika bicara selalu sambil tertawa, walaupun tak ada hal yang lucu. Serta memiliki empat orang istri serta mempunyai grup orkes melayu. Dialah yang mengajari Arai dan Ikal tentang masalah cinta.
7. PENDETA GEOVANNY : Seorang pendeta yang sangat bertolenransi terhadap agama. Lemah lembut dan tidak memaksakan kehendak, Dia yang merawat jimbron setelah ditinggal mati orangtuanya. Ia Merawat jimbron layaknya anaknya sendiri. dan tak pernah terlambat mengantarkan jimbron pergi ke masjid untuk mengaji.
8. ODJI DAHROJI : Adalah mandor ikal saat ia bekerja dikantor pos, dia sudah bekerja selama dua puluh tahun,berperawakan tinggi besar, rambutnya lurus kaku, wajahnya keras dan kumisnya baplang. Tapi dibalik tampilannya yang begitu garang ia adalah seorang yang ramah, suaranya kemayu , halus lembut seperti putri keraton.
9. TAIKONG HAMIM : Seorang guru ngaji di masjid Al-ikhsan, di kampung gantung. Di kenal sebagai sosok yang sering memberlakukan hukuman-hukuman fisik kepada anak-anak yang melakukan kesalahan.
10. A KIUN : Gadis hokian penjaga loket bioskop.
11. PAK CIK BASMAN : Seorang tukang sobek karcis di sebuah bioskop yang berada di depan kontrakan Arai, Ikal dam Jimbron.
12. A SIONG : Pemilik toko kelontong yang di gunakan Arai dan Ikal saat berselisih soalpenggunaan tabungan.
13. NURMI : Anak mak cik maryamah, umurnya sebaya dengan Arai dan Ikal, ia sangat menyukai biola dan juga pandai memainkannya. Biola itu barang satu-satunya yang masih beharga di dalam keluarganya.
14. MAK CIK MARYAMAH : Adalah ibu nurmi, dia tidak lagi di beri nafkah oleh suaminya karena selalu melahirkan anak perempuan.
·         Alur
Dalam novel ini menggunakan alur gabungan (alur maju dan mundur). Alur maju ketika pengarang menceritakan dari mulai kecil sampai dewasa dan alur mundur ketika menceritakan
peristiwa waktu kecil pada saat sekarang/dewasa.
·         Amanat
Amanat yang disampaikan dalam Sang Pemimpi ini adalah jangan berhenti bermimpi. Hal itu sangat jelas pada tiap-tiap subbabnya. Yang pada prinsipnya manusia tidak akan pernah bisa untuk lepas dari sebuah mimpi dan keinginan besar dalam hidupnya. Hal itu secara jelas digambarkan penulis dalam novel
ini dengan maksud memberikan titik terang kepada manusia yang mempunyai mimpi besar namun terganjal oleh segalaketerbatasan.
·         Sudut Pandang
Sudut pandang novel ini yaitu “orang pertama” (akuan). Dimana penulis memposisikan dirinya sebagai tokoh Ikal dalam cerita.

2) Unsur Ekstrinsik
·         Pendidikan pengarang
Andrea hirata berpendidikan ekonomi dari universitas Indonesia
·         Latar belakang pengarang
Agama yang dianut oleh pengarang yaitu agama islam. andrea hirata lahir di Belitung. Ia mendapatkan beasiswa di uni eropa untuk studi master of sience di universite de paris, sorbanne, paris dan shefield hallam university united kingdom
·         Nilai Moral
Nilai moral pada novel ini sangat kental. Sifat-sifat yang tergambar menunjukkan rasa humanis yang terang dalam diri seorang remaja tanggung dalam menyikapi kerasnya kehidupan. Di sini, tokoh utama digambarkan sebagai sosok remaja yang mempunyai perangai yang baik dan rasa setia kawan yang tinggi.
·         Nilai Sosial
Ditinjau dari nilai sosialnya, novel ini begitu kaya akan nilai sosial. Hal itu dibuktikan rasa setia kawan yang begitu tinggi antara tokoh Ikal, Arai, dan Jimbron. Masing-masing saling mendukung dan membantu antara satu dengan yang lain dalam mewujudkan impian-impian mereka sekalipun hampir mencapai batas kemustahilan. Dengan didasari rasa gotong royong yang tinggi sebagai orang Belitong, dalam keadaan kekurangan pun masih dapat saling membantu satu sama lain.
·         Nilai Adat istiadat
Nilai adat di sini juga begitu kental terasa. Adat kebiasaan pada sekolah tradisional yang masih mengharuskan siswanya mencium tangan kepada gurunya, ataupun mata pencaharian warga yang sangat keras dan kasar yaitu sebagai kuli tambang timah tergambar jelas di novel ini. Sehingga menambah khazanah budaya yang lebih Indonesia.
·         Nilai Agama
Nilai agama pada novel ini juga secara jelas tergambar.
Terutama pada bagian-bagian dimana ketiga tokoh ini belajar
dalam sebuah pondok pesantren. Banyak aturan-aturan islam dan petuah-petuah Taikong (kyai) yang begitu hormat mereka patuhi. Hal itu juga yang membuat novel ini begitu kaya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar